Selasa, 27 Februari 2018

Pedoman Kerja Antara PGRI dengan POLRI Tentang Perlindungan Hukum Profesi Guru Tahun 2018


Pedoman Kerjasama Antara PGRI dengan POLRI Tentang Perlindungan Hukum Profesi Guru Tahun 2018 NOMOR : 182 /Pks/PB/XXI/2017 ini dimaksudkan sebagai acuan bagi PGRI dan Polri dalam melaksanakan perlindungan hukum terhadap profesi guru dan bertujuan untuk mewujudkan sinergi antara PGRI dan Polri dalam melaksanakan perlindungan hukum terhadap profesi guru.

Pedoman kerja ini meliputi beberapa hal sebagaimana yang tercantum dalam Nota Kesepahaman antara PGRI dengan Polri meliputi pertukaran data dan/atau informasi, penegakan hukum terhadap profesi guru, bantuan pengamanan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. 

Pedoman Kerja Antara PGRI dengan POLRI Tentang Perlindungan Hukum Profesi Guru Tahun 2018

Persatuan Guru Republik Indonesia yang selanjutnya disebut PGRI adalah organisasi profesi guru yang berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karir, wawasan kependidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat dan berwenang menetapkan dan menegakkan kode etik guru, memberikan bantuan hukum pada guru, memberikan perlindungan profesi guru, melakukan pembinaan dan pengembangan profesi guru, memajukan pendidikan nasional.

Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Polri merupakan alat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.

Adapun pelaksanaan kerjasama antara PGRI dan POLRI mencakup hal - hal berikut ini:

Pertukaran data dan/atau Informasi dilaksanakan dalam rangka kerja sama antara PGRI dengan Polri sebagai berikut:

  • Mekanisme:
a. Dilakukan secara tertulis dari satu pihak kepada pihak lainnya;
b. Dalam keadaan tertentu dan/atau mendesak dapat dilakukan secara lisan dan selanjutnya segera ditindaklanjuti secara tertulis;
c. Disampaikan secara tepat dan akurat sesuai dengan kebutuhan;
d. Bertanggungjawab atas penyebarluasan data/dan atau informasi, sesuai peraturan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di internal PGRI; 
e. Dapat menggunakan sarana dan prasarana komunikasi dan teknologi informasi; dan
f. Disampaikan oleh pejabat/pimpinan yang berwenang dan/atau yang ditunjuk, sebagai berikut:
  1. Apabila PGRI memerlukan data dan/atau informasi yang dimiliki Polri, maka PGRI mengajukan permohonan secara tertulis kepada Polri, sebagai berikut: (a) pada tingkat pusat, surat permintaan ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PGRI; (b) pada tingkat provinsi, surat permintaan ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Umum PGRI Provinsi; (c) pada tingkat kabupaten/kota, surat permintaan ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris PGRI Kabupaten/Kota.
  2. Apabila Polri memerlukan data dan/atau informasi yang dimiliki PGRI, maka Polri akan mengajukan permintaan secara tertulis kepada pihak PGRI sebagai berikut: (a) pada tingkat Mabes Polri, surat permintaan ditandatangani oleh Kasatker yang berkepentingan atas nama Kapolri; (b) pada tingkat Polda, surat permintaan ditandatangani oleh Kapolda atau Kasatker yang berkepentingan atas nama Kapolda; (c) pada tingkat Polres, surat permintaan ditandatangani oleh Kapolres.

  • Data dan/atau informasi dapat berupa:
a. Profil organisasi PGRI;
b. Potensi kerawanan (ancaman dan gangguan);
c. Tindak pidana; dan
d. Data lain yang diperlukan.

Untuk lebih lengkapnya, silakan unduh filenya pada link yang sudah kami sediakan di bawah ini:


Demikian informasi tentang Pedoman Kerja Antara PGRI dengan POLRI Tentang Perlindungan Hukum Profesi Guru Tahun 2018. Semoga ini dapat bermanfaat. Kritik dan saran saya harapkan untuk bahan perbaikan blog ini pada masa yang akan datang. Blog komunitaspkb.com ini merupakan blog informasi dan berita terkini seputar dunia pendidikan seperti informasi UKG, PKG, Sertifikasi, CPNS, Inpasing, PKB dan info penting lainnya. Untuk itu update terus blog ini supaya anda tidak ketinggalan berita terbaru dari kami.


EmoticonEmoticon